Thursday, December 1, 2011

Keajaiban Angka Dalam Al Qur’an




Al Quran memang sebuah kitab suci yang luar biasa, Kitab Suci yang benar diciptakan oleh Tuhan yang telah menciptakan alam semesta ini, kebenarannya sudah terbukti dari dulu. Salah satu bukti kebenarannya dari sekian banyak bukti kebenaran, yakni keajaiban angka yang terdapat didalam Al Qur’an, tidak percaya? , baca sebuah artikel yang saya tulis dari harian replubika ini….

Proses awal penyusunan Al Qur’an menjadi sebuah  kitab dilakukan pada masa Khalifah Usman RA. Ayat-ayat pada lembaran-lembaran kulit, pelepah daun kurma, tulang, batu tipis, dan lainnya. Kumpulan ayat-ayat ini kemudian dikenal mushaf pertama yang dibukukan. Khalifah Usman  dan sahabatnya hanya membuat lima mushaf Al Qur’an, tidak lebih. Mengapa hanya lima mushaf?



Iskandar AG Soemabrata dalam buku Pesan-Pesan Numerik Al Qur’an terbitan Republika mempunyai alasan tersendiri. Menurut dia, bilangan 5 diambil karena Rasulullah menerima wahyu pertama berupa lima ayat di Gua Hira. Alasan kedua, karena ada lima surat tertentu dalam Al Qur’an yang penjumlahan nomor surat menghasilkan jumlah 114, atau jumlah dari seluruh surat dalam Al Qur’an. Kelima surat itu adalah Al Hijr, Az Zumar, Al Ma’arij, Al Ghaasyiyah, dan Al Maa’uun.



Nama Surat


Nomor Surat


Jumlah Ayat


Nomor Surat ditambah jumlah ayat

Al Hijr

Az Zumaar

Al Ma’aarij

Al Ghasyiyah

Al Maa’uun

15

39

70

88

107


99

75

44

26

7


15 + 99 = 114

39 + 75 = 114

70 + 44 = 114

88 + 26 = 114

107 + 7 = 114


Berdasarkan riset  yang dilakukannya sejak tahun 1983, sangat banyak ditemui pesan-pesan numeric dalam Al Qur’an. Hal ini tidak mengherankannya, karena dalam Al Qur’an surat Al Qomar (54) ayat 49  Allah berfirman, “Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran”.

Angka-angka, kata dia adalah simbolisasi dari ukuran itu.”Artinya, Al Qur’an memang mengajarkan pada kita untuk selalu belajar dan berkembang”, ujarnya. Ia lalu menyebut surat Al Kahfi (4/10) ayat 25. Dalam surat pertama disebut: Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun lagi. “Mengapa tidak disebut mereka tinggal dalam gua selama 309 tahun? Artinya Allah  mengajarkan kita  untuk berhitung”, ujarnya.

Pakar tafsir Prof. Dr. Nasaruddin Umar juga mengungkapkan, Al Qur’an memiliki kehebatan yang amat luar biasa terutama dalam rumus-rumus angka yang sangat ketat. Nasaruddin mengutip pernyataan Roger Berque, pakar Islam asal Perancis. Dalam bukunya De La Qoran, Roger Berque menyatakan kalau Al Qur’an ditulis  15 baris perhalaman, maka komposisinya akan sama secara simetris. Kalau dipojok kanan atas tertulis kata Allah, maka dipojok kiri bawah akan tertulis pula kata Allah.”Begitu sebaliknya, jika ditengah-tengah halaman itu tertulis sebuah huruf, maka akan muncul huruf yang sama ditengah-tengah halaman selanjutnya”, Ujarnya.

Nazarudin juga mengutip pernyataan Dr. Rashad Khalifa, pakar Islam warga Amerika Serikat keturunan Mesir, kehebatan Al Qur’an bisa dilihat dari angka 19. Ia kemudian menulis rumus 19 yang dapat membagi semua huruf yang ada di Al Qur’an. Angka 19 ini, kata Nasaruddin, bisa dilihat dalam surat Al Muzammil yang terdapat ayat yang berbunyi: alaihi tis-’ata asyar artinya diatasnya ada 19.

“Menurutnya Khalifa, semua huruf Al Qur’an itu bisa dibagi 19. kata alif lam mim sebagai awal surat Al Baqarah bisa dibagi 19. begitu juga jumlah huruf alif, lam, dan mim yang ada pada surat Al Baqarah jika dijumlahkan maka bisa dibagi 19. Ini benar-benar mukjizat Al Qur’an”, tandas Prof Nasaruddin.

Apa dibalik pesan-pesan numeric Al Qur’an itu? Menurut  Iskandar, semua itu membuktikan bahwa Al Qur’an bukan karangan Muhammad SAW. Al Qur’an adalah  penuh mukjizat dan merupakan wahyu dari yang maha kuasa.

Selain itu Al Qur’an juga mengajarkan umat Muhammad  untuk terus berfikir, karena Al Qur’an sendiri sarat dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ia menyitir Al Qur’an  surat Luqman ayat 27: “Dan seandainya pohon-pohon dibumi menjadi pena dan laut menjadi tinta, ditambahkan kepadanya tujuh laut sesudah keringnya, niscaya tidak akan habis-habisnya dituliskan kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha perkasa lagi Maha bijaksana”.

“Ayat itu adalah tantangan, kita dituntut untuk terus mengungkapkan kebesaran Al Qur’an”, ujarnya. Disisi lain, kita akan menjadi semakin tunduk dan dekat dengan Allah pencipta alam raya ini.


0 comments:

Post a Comment